Rabu, 08 Agustus 2012

Sejarah AMGPM Ranting V Cabang Bethel


Asal Muda Berdirinya Ranting V Cabangf Bethel
                Sejak suatu motto yang terdengar dari pemuda-pemudi Gereja Protestan Maluku yang bertekat membangun dan membuat satu barisan kokoh demi pelayanan di tanah Maluku, dan  di dalam barisan itulah Angkatan Muda GPM ada dan berdiri sampai sekarang dengan motto “Kamu Adalah Garam dan Terang Dunia”.
                Hal inipun dirasakan oleh pemuda-pemudi Belakang Soya, yang juga merupakan bagian dari Jemaat GPM Bethel. Namun, disadari sunggh bahwa berdirinya Ranting V Cabang Bethel itu sendiri, bermula dari terbentuknya satu kelompok kecil yang dimiliki oleh pemuda-pemudi Sektor V Bethel pada saat itu untk mendendangkan haleluya bagi Tuhan dan ntuk mengembangkan bakat yang dimiliki pemuda-pemudi saat itu yang berpotensi khususnya dalam bidang seni dan olahraga dengan nama “Satuan Pemuda Rijali´yang disingkat SADAR. Dengan kesadaran yang tinggi pemuda pemudi saat itu, sesai nama kelompok yang mereka tentukan, kelompok ini semakin dikenal oleh setiap warga kota Ambon, dan sangat mengharumkan nama Belakang Soya melalui club bola volley yang dimilikinya.
                Kemudain timbul di hati pemuda pemudi untuk lebh mengembangkan kelompok yang sudah dimiliki, dan turut bergabung dalam barisan AMGPM, guna melayani Tuhan. Dengan mendapat respon yang positif dari para Pembina serta para tokoh pemda dalam sector pelayanan Jemaat Bethel. 9 September 1988 merupakan awal berdirinya ranting V yang awalnya bernama Ranting XIII
                Nama ranting XIII semakin dikenal oleh tiap ranting cabang Bethel, dengan ide-ide cemerlang yang dimiliki oleh setiap BPR dan anggota-anggotanya. Tahun 1995 penyeragaman terjadi pada setiap nama Ranting secabang Bethel sesuai dengan sector Pelayanan dimana ranting itu berada (sektorisasi); demikian nama Ranting V hingga saat ini.

                Dalam mengembangkan angkatan muda GPM, pasti diperhadapkan dengan berbagai masalah. Dalam pelayanan Angkatan Muda GPM Cabang Bethel Ranting V juga mengalami hal yang serupa, namun yang menjadi catatan di sini adalah bukan karena rasa bosan dalam melayani, tetapi lebih pada pemenuhan kebutuhan masa depan ranting.
Sesuai prosedur suatu organisasi, maka tiap ranting harus memiliki susunan pengurus sesuai acuan yang ditetapkan. Begitupun ranting XII pada saat itu.