Asal Muda Berdirinya Ranting V Cabangf Bethel
Sejak
suatu motto yang terdengar dari pemuda-pemudi Gereja Protestan Maluku yang
bertekat membangun dan membuat satu barisan kokoh demi pelayanan di tanah
Maluku, dan di dalam barisan itulah
Angkatan Muda GPM ada dan berdiri sampai sekarang dengan motto “Kamu Adalah
Garam dan Terang Dunia”.
Hal
inipun dirasakan oleh pemuda-pemudi Belakang Soya, yang juga merupakan bagian
dari Jemaat GPM Bethel. Namun, disadari sunggh bahwa berdirinya Ranting V
Cabang Bethel itu sendiri, bermula dari terbentuknya satu kelompok kecil yang
dimiliki oleh pemuda-pemudi Sektor V Bethel pada saat itu untk mendendangkan
haleluya bagi Tuhan dan ntuk mengembangkan bakat yang dimiliki pemuda-pemudi
saat itu yang berpotensi khususnya dalam bidang seni dan olahraga dengan nama “Satuan Pemuda Rijali´yang disingkat SADAR. Dengan kesadaran yang tinggi
pemuda pemudi saat itu, sesai nama kelompok yang mereka tentukan, kelompok ini
semakin dikenal oleh setiap warga kota Ambon, dan sangat mengharumkan nama
Belakang Soya melalui club bola volley yang dimilikinya.
Kemudain
timbul di hati pemuda pemudi untuk lebh mengembangkan kelompok yang sudah
dimiliki, dan turut bergabung dalam barisan AMGPM, guna melayani Tuhan. Dengan
mendapat respon yang positif dari para Pembina serta para tokoh pemda dalam
sector pelayanan Jemaat Bethel. 9 September 1988 merupakan awal berdirinya
ranting V yang awalnya bernama Ranting XIII
Nama
ranting XIII semakin dikenal oleh tiap ranting cabang Bethel, dengan ide-ide cemerlang
yang dimiliki oleh setiap BPR dan anggota-anggotanya. Tahun 1995 penyeragaman
terjadi pada setiap nama Ranting secabang Bethel sesuai dengan sector Pelayanan
dimana ranting itu berada (sektorisasi); demikian nama Ranting V hingga saat
ini.
Dalam
mengembangkan angkatan muda GPM, pasti diperhadapkan dengan berbagai masalah.
Dalam pelayanan Angkatan Muda GPM Cabang Bethel Ranting V juga mengalami hal
yang serupa, namun yang menjadi catatan di sini adalah bukan karena rasa bosan
dalam melayani, tetapi lebih pada pemenuhan kebutuhan masa depan ranting.
Sesuai prosedur suatu organisasi, maka tiap ranting harus
memiliki susunan pengurus sesuai acuan yang ditetapkan. Begitupun ranting XII
pada saat itu.